UAS…
UAS sudah berakhir dul..
senangnya..
peduli amat gimana hasilnya ntar hwahahahahaha….




haha.. stres aing..
- Curhat | Time: 2:15 pm (UTC+8) Comments (4)
UAS sudah berakhir dul..
senangnya..
peduli amat gimana hasilnya ntar hwahahahahaha….




haha.. stres aing..
1:23, 29 Mei 2007 @HMIF
sial, terjebak malem2 lagi di himpunan.. untung sekarang bareng si Ghost-Himper.. jadi gak sendirian..
pengen curhat nih.. kan lagi ngurusin pendaftaran calon panitia OSKM nih.. tapi hari pertama baru sekitar 20 orang 2006 yang daftar…
menurut gw kondisi ini sangat memprihatinkan, dan implikasinya gw jadi sering begadang nempel2 poster bwt publikasiin ke 2006 ma rapat bwt mikirin cara-cara "manasin" (alah, emang minyak goreng dipanasin..), supaya mereka bisa dikomporin bwt daftar jadi panitia OSKM.. padahal lagi UAS nih.. ups! gak boleh bilang2 ya, kalo kata Ghozy mah "yah.. urusan akademik mah masalah pribadi, jangan dibawa-bawa sama kerjaan, malu ah…" .. JLEB !! jadi malu gw , selama ini sering ngeluh.. eh, udah dulu intermezzo nya, jadi.. ada yang punya usul gak supaya pada daftar? (si 2006nya..)
gyahaha..
gw merasa bodoh banget belakangan ini..
gini ceritanya..
suatu hari, gw membuat blog, dengan berbagai alasan, salah satunya karena "perintah" mas-mas yang ini (
peace bel)
nah.. setelah beberapa hari nge-post, gw pun berpromosi dengan berbagai cara, dari cara halus seperti memasang status di Messenger
sampai ke cara brutal kayak "WOI, GW BIKIN BLOG! JANGAN LUPA DI-LINK! AWAS KALO ENGGA !!" (hiperbolis sih..
)
hari pun berlalu..
tapi kok ga ada yang komen2…
apa blog gw segitu gak menariknya?
sempet sedih.. pengen nangis.. (apa sih?!!?)
ternyata.. stelah di cek di dahsboard..
komen udah banyak… cuma harus gw approve dulu !! dasar GapTek ! malu2in anak IF ajah..
bwt yang udah ngasi komen, maap ya, maklum gaptek.. hehe.. udah ah
ngeri juga malem2 sendirian di himpie.. hiiii…
nemu di dinding SD plesiran..
merasa teringatkan..
Tiap akhir tahun akademik atau akhir tahun semester genap, (sebagian) mahasiswa ITB selalu dihebohkan dengan suatu kegiatan yang namanya OSKM. OSKM? Apaan tuh? OSKM adalah singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa. OSKM ini merupakan bentuk penyambutan yang dilakukan mahasiswa ITB untuk menyambut adik-adik kelas mereka. Dari namanya tertulis frasa Orientasi Studi (OS), yang sangat lekat dipikiran masyarakat sebagai pembodohan atau perploncoan yang merupakan bentuk balas dendam dari senior kepada juniornya. Ini menyebabkan salah satu (atau satu-satunya?) perhelatan akbar dikampus yang melibatkan seluruh elemen mahasiswa ini seringkali mendapatkan tentangan dari rektorat ITB. Lalu kalau memang benar OSKM begitu ditakuti oleh ITB sebagai sesuatu yang bisa meruntuhkan image ITB, kenapa para mahasiswa ITB masih saja ngotot ingin mengadakan OSKM? Bahkan banyak sekali yang mengungkapkan urgensi OSKM (bagi mereka tentunya) sebagai suatu keniscayaan. Keniscayaan? Berarti HARUS ada? Apa yang menyebabkan banyak mahasiswa yang berpendapat seperti itu?. Kemudian saya teringat pertanyaan yang dilontarkan oleh rekan saya, salah seorang mahasiswa STEI 2006. dia bertanya hal yang kurang lebih seperti yang saya paparkan diatas : ”Kenapa ITB begitu sangat ingin OSKM atau pun bentuk kegiatan Orientasi Studi lainnya ditiadakan? Dan kenapa (sebagian) mahasiswa sangat menginginkan hal yang sebaliknya?.” Mencoba menjawab pertanyaan pertanyaan diatas, (sebagian) mahasiswa yang menginginkan OSKM tetap ada melihat nilai pentingnya OSKM kurang lebih seperti ini: Pertama, Organisasi Kemahasiswaan, baik itu Unit, Himpunan, Kabinet KM, maupun Kongres merupakan organisasi yang keanggotaannya dan kepengurusannya sangat singkat. Oleh karena waktu yang singkat ini, tentu saja mereka (Unit, Himpunan Kabinet dan Kongres) membutuhkan sumber daya manusia untuk kelanjutan organisasinya masing-masing. Yang kedua, mahasiswa baru merupakan calon-calon penerus yang baru saja melepas jabatan siswanya menjadi mahasiswa. Dan sebagai mahasiswa ada nilai-nilai yang harus diketahui untuk menjawab tantangan masa depan, salah satu contoohnya adalah ketika kita memasuki jenjang perguruan tinggi, kita memasuki masa peralihan dimana kita sudah cukup dewasa dan bebas (dibandingkan anak SMA) untuk memikirkan masalah-masalah disekitar kita bahkan negara seperti layaknya masyarakat lainnya, namun disisi lain kita masih dibiayai orang tua sehingga kita belum memikirkan urusan perut dan rumah tangga (walaupun beberapa sudah ada J). Oleh karena posisinya yang peralihan itulah mahasiswa menjadi figur yang cocok sebagai sosok yang kritis untuk permasalahan dimasyarakat dan belum perlu khawatir memikirkan masalah ekonomi. Sehingga mahasiswa bisa jadi penjaga nilai dimasyarakat dan berposisi untuk menjadi perantara antara keinginan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Kita coba pandang dari sisi ITB sebagai institusi. Pertama, mereka tidak ingin adanya OSKM karena mereka melihat penyambutan mahasiswa baru merupakan HAK ITB sebagai suatu institusi. Kedua, mereka melihat bahwa mahasiswa lama, sebagai objek pendidikan, tidaklah cocok diposisi seorang pengkader yang mengkader adik-adiknya, yang posisinya sama, objek pendidikan. Ketiga, ITB takut OSKM akan mencoreng nama baik ITB. Apalagi dengan adanya kasus di universitas lain, menambah ketakutan mereka.
Maka dari itu komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan institusi ITB (rektorat) adalah hal yang mutlak harus ada. Namun ini akan sulit dibangun jika frame berpikir kedua pihak tentang OSKM tidak berubah. Hal ini diperparah lagi dengan ketidakpercayaan rektorat terhadap mahasiswa, karena Mahasiswa sendiri tidak satu, dan sibuk dengan zona nyamannya masing-masing yang terkotak-kotak. Mahasiswa tidak satu. ”Ngurus diri sendiri aja gak becus, mau ngurusin anak orang?” Mungkin begitu kira-kira yang ada dipikiran mereka.
Perbedaan pandangan ini berbenturan dan akhirnya, pada OSKM 2006 kemarin, menghasilkan korban yang tidak tanggung-tanggung, angkatan 2006. Angkatan 2006 (sebagian besar) tidak mengikuti OSKM dan dilarang untuk mengikuti proses Orientasi Studi di Organisasi Kemahasiswaan manapun. Nah, kalo udah gini semua susah… 2006 tidak (terlalu) diterima oleh massa kampus, dan Organisasi Kemahasiswan kesulitan mencari kader penerusnya.
Berbicara tentang frame berpikir, sekarang coba lihat gambar dibawah ini:
(gambar ini pernah diposting di rileks)

Apa yang anda lihat? Ada dua kemungkinan.
1. Anda melihat gambar dua orang yang sedang (maaf) bercumbu
2. Anda melihat sembilan ekor lumba-lumba.
Orang yang mengalami kemungkinan pertama, berarti telah terracuni pikirannya oleh (maaf) pornografi, saya termasuk salah satunya. Namun bukan itu yang ingin saya tunjukan, yang ingin saya tunjukan adalah betapa penilaian seseorang akan sesuatu, frame berpikir orang akan sesuatu, sangat sulit untuk berubah. Ketika saya mencoba untuk melihat kesembilan lumba-lumba itu, perlu waktu yang cukup lama untuk bisa mengertinya.
Satu lagi : apa yang anda pikirkan tentang gambar ini :
![]()
Kebanyakan orang akan berpikir (atau setidaknya anak IF J):
”Oh, Windows, Microsoft punya, Kapitalis tuh…”
Yang ingin saya tunjukan adalah, ketika kita melihat sesuatu, kita seperti sudah memiliki penilaian awal, misal ”oh, kalau A mah, berarti ntar kayak gini…”, ”oh, kalo microsoft mah kayak gini…”. Sama halnya dengan OSKM, kita jangan terframe bahwa ”Oh, OSKM, OSKM mah gini, ntar ada danlapnya, ada taplok ma keamanan, trus acaranya.. blabla dan seterusnya..” kalo perlu namanya gak harus OSKM, apapun lah, yang penting acaranya ada. Tujuannya ada. Cukup. Gak perlu lagi memberhalakan nama OSKM.
Lantas OSKM (atau apapun namanya ntar) 2007 mau ngapain? Poin penting yang saya ingin capai adalah OSKM (atau apapun namanya ntar) 2007 bisa membuat 2007 merasa satu keluarga dengan angkatan atasnya, 2006 bisa diterima lebih baik dengan cara menjadi panitia OSKM (atau apapun namanya ntar), dan Organisasi Kemahasiswaan mandapatkan inisialisasi yang berharga untuk mendapatkan kadernya masing-masing lewat OSKM (atau apapun namanya ntar) 2007. Yang dikedepankan adalah, acara OSKM (atau apapun namanya ntar) ini merupakan pengenalan bagi mahasiswa baru (2007) terhadap kampusnya, dan pengenalan terhadap elemen-elemen yang ada didalamnya, supaya nantinya lebih mudah untuk menentukan, akan berkegiatan dimana. Dan porsi transfer nilai atau kaderisasi awal tidak dijadikan isu utama, karena, adalah hal yang aneh ketika kita mengatakan OSKM (atau apapun namanya ntar) adalah gerbang awal sementara kita sendiri belum tahu gimana bagian ”tengah”nya dan gimana bagian ”akhir”nya. Dan untuk memfasilitasi transfer nilai-nilai kemahasiswaan bisa dilakukan kemudian, karena ketika interaksi awal bisa terjadi, langkah-langkah berikutnya bisa dilakukan.
Ahmad Zamakhsyari Sidiq 13504053
Bakal Calon Ketua OSKM (atau apapun namanya ntar) 2007
OSKM, banyak yang bilang OSKM adalah gebang awal kemahasiswaan, banyak yang bilang OSKM adalah gerbang awal kaderisasi..
kalo emang itu gerbang awal, mana kaderisasi lanjutannya?
mana bagian "tengah"nya? mana bagian "akhir"nya?
kalo nilai yang mau disampein ke anak baru aja ga jelas dari perspektif siapa, dan semua orang punya perspektif sendiri2..
gimana caranya semua harus bisa difasilitasi?
gw sepakat, anak baru harus tau, bahwa mereka diITB, memikul beban yang berat sebagai seorang yang mimiliki kesempatan untuk berkontribusi sama bangsanya,
gw sepakat anak baru harus tau bahwa posisi mahasiswa adalah penghubung rakyat dan pemerintah..
gw sepakat..tapi yang mana yan harus dikasi?
nilai2 yang mana?..
fungsi mahasiswa?..
kejujuran?..
peran mahasiswa?..
posisi mahasiswa?..
etika?
tugas mahasiswa?..
tanpa desain kaderisasi yang utuh dari awal sampai akhir, apa? apa yang mau dikasi ke anak baru?
yang mana?..
kalo kita (mahasiswa ITB) blon sepakat tentang niali2 yang harus dikasi itu apa..
gw g tau harus ngomong apa …
gw g tau harus milih yang mana..
gw kayaknya bukan orang yang bisa dengan udah ngambil keputusan..
masa sih? bukannya dulu pas mau jadi kamdis OSKM dilatih supaya cepet ngambil keputusan?
kayaknya gw bisa-bisa aja ngambil keputusan.. gimana seharusnya barisannya, ngambil jalur paling efisien bwt mobilisasi..
gw tau kapan harus ngebiarin suatu kejadian dan kapan harus mengantisipasinya.. dan gw siap nanggung resikonya..
gw berani ambil keputusan "Panitia OSKM, kita membubarkan diri, Acara kita serahkan kembali ke protokoler.." dan gw terima akibatnya..
gw berani bilang "lo WO, lo telat 5 menit, sori" dan gw terima akibatnya..
tapi kok? sekarang gw kebingungan, mo milih yang mana?
DAN gw gak memilih semuanya.. dan gw akhirnya hanya terdiam dan g tau mau ngapain..
Jadi….lo mw dHMIF ato di Kabinet KM?
lo mw KP ato OSKM?
halo.. semuanya..
ini post pertama.. semoga berkenan membaca.. ngga juga g papa
udah ah, mo dirapiin dulu..