June 25, 2007

true friend test… haha iseng :p

test nih, cobain yak..

Leaderboard
Create your own Friend Test here

Piala Asia, Pilkada dan PRJ

Piala asia sebentar lagi akan berlangsung, tinggal dalam hitungan hari sampai ke tanggal pembukaan.
Kita sebagai salah satu tuan rumah piala asia sepatutnya mempersiapkan gelaran sepakbola terbesar asia
kali ini dengan sungguh-sungguh karena ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi kita
dan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki citra Indonesia di mata dunia.
kita lihat persiapan negara tetangga sesama penyelenggara piala asia 2007 ini, thailand misalnya,
di bangkok diadakan turnamen Mini AFC Asian Cup 2007 Challenge pada tanggal 23 juni ini, yaitu turnamen antar universitas di bangkok.
turnamen ini bertujuan untuk meningkatkan demam piala asia 2007 disana.

bagaimana dengan Indonesia?
suasana Piala asia tidak terasa dijakarta, jakarta lebih disibukan oleh PRJ (Pekan Raya Jakarta) dan dijalan-jalan,
lebih mudah ditemukan tempelan-tempelan atau baligo kampanye pilkada dibandingkan piala asia. ironis sekali bukan?
kalau menurut saya, kita tidak perlu muluk-muluk,
pelaksanaan yang aman dan bebas dari kerusuhan sudah cukup untuk memberi citra indonesia yang baik.
namun menurut saya alangkah lebih baik jika kita mengikuti apa yang dilakukan negara tetangga kita

June 17, 2007

Semester terberat? I don’t think so..

Semester 6 paling berat di IF?
gak! gak sama sekali, at least buat gua..
yang peling berat itu Liburan semesternya..
ini dia curhatan gw soal liburan semester ini..

Liburan Semester 6 : Kampus, KP, Cipasung dan Hasan Sadikin

yah, buat gw liburan ini memang terasa jauh lebih berat dibandingkan dengan menjalani kuliah semesternya itu sendiri kenapa?
1. Kampus, liburan ini gw tetep ada dikampus dengan kegiatan-kegiatan yang lebih berat dari biasanya, tetap dengan jabatan struktural Kadept Eksternal HMIF, gw juga harus jadi Koordinator SC bwt OSKM 2007 eh, salah PMB ITB 2007, namanya ganti sekarang, hehe..

2. KP, liburan ini juga gw KP digeckoworks, di setiabudhi. perusahaannya bang dharmawan ma rizqinofa (bosnya mah bang iqbal sih.. hehe). meski relatif lebih mudah dari kebanyakan KPnya anak IF yang laen, tetep aja butuh perhatian dan konsentrasi yang cukup besar.

3. Cipasung, ini nama kampung halaman gw nih, letaknya ditasikmalaya.. eits! jangan dikira poin ini tentang liburan gw yg bener2 liburan, point ini maksudnya, babe ane ngasi kerjaan bikinin SInya kampus beliau… nah loh.. kerjaan lagi tuh.. :P

4. yang paling ultimate nih, Hasan Sadikin..
Hasan Sadikin? Apaan Tuh? itu nama rumah sakit di jalan dr.eyckman..
selama liburan ini gw harus bolak-balik terus ke sini
(uda sekitar sebulanan) soalnya nenek gw dirawat disini, kena stroke..
ni tempat sekarang udah berubah jadi kost-an gw.. udah sekitar beberapa malam gw tidur sini terus.. tidurnya dilorong-lorong rumah sakit.. dan tiap pagi harus cepet2 beres2 biar gak diusir2 satpam.. hina banget deh.. kerjaannya keluarga gw nangis-nagis mulu.. soalnya kondisinya nenek gw naikturun.. dan udah dari rabu kemaren kondisinya koma..

nah.. di RSHS ini (sebutan lain Hasan Sadikin) banyak banget cerita yang pantes bwt jadi bahan renungan..

 

[bersambung di post-post berikutnya..]

Unek-unek bwt “orang tua” tercinta

 

Unek-unek ini bukan ditujukan untuk kedua orang tua kita yang sudah membesarkan dan mendidik kita dengan sangat baik, (hingga bisa berkuliah di Institut Terbaik Bangsa -katanya- ini,,) tapi ditujukan kepada orang tua kita yang lain, orang tua kita dikampus, tak lain dan tak bukan adalah rektorat.

belakangan ini, di ITB banyak sekali dikeluarkan surat-surat keputusan yang mengatur tentang kegiatan mahasiswa, banyak sekali, ada (sedikit) yang disetujui dan banyak yang diprotes olah para mahasiswa. kenapa para mahasiswa memprotes kebijakan2 yang diambil rektorat? kebanyakan tentu saja dirasakan sangat menyulitkan, bahkan banyak yang menggunakan istilah "mengebiri" kegiatan kemahasiswaan.

mulai dari peraturan (saya menghindari penggunaan kata ‘kebijakan’, karena menurut saya pribadi pun, masih diragukan tingkat ‘kebijakan’nya) yang melarang mahasiswa menginap dikampus (baik itu lab, sekre unit atau sekre himpunan) dengan ancaman yang tidak tanggung-tanggung, DO (Drop Out) sampai kebijakan mengganti kepala satpam ITB dengan arahan tidak boleh akrab dengan mahasiswa (parah g tu? arahannya melarang silaturahmi..)

pelarangan kegiatan kaderisasi/orientasi studi mengakibatkan unit-unit dan himpunan-himpunan terancam kehilangan anggota penerus. dan setelah diselidiki (dari tanya-tanya) alasan rektorat melarang kegiatan ini hanyalah image dan rektorat tidak mau repot mengurusi hal seperti ini, padahal hidup matinya himpunan dan unit itu ada disini.. siapa yang akan meneruskan himpunan/unit jika tidak boleh melakukan kegiatan penerimaan?

yang paling banyak dipermasalahkan oleh para mahasiswa baru-baru ini adalah masalah parkir kendaraan. peraturan yang baru menyebutkan kendaraan selain kendaraan karyawan dan dosen dilarang masuk kampus. yang paling aneh dari peraturan ini adalah, parkir yang disediakan untuk non-pegawai (baca:mahasiswa) dikunci mulai jam6 sore. jadi jika kendaraan diparkir disana, dan lupa diambil akan terkunci dan hanya bisa diambil keesokan harinya.. tentu saja ini rawan dari tindak kriminalitas, misalnya pencurian part kendaraan, sampai hilangnya kendaraan tersebut.

memang disediakan tempat yang dibuka sampai jam 10 malam, namun cukup merepotkan harus memindahkan kendaraan tiap sore hari. atau jika kita telat memindahkan sehingga kendaraan terkunci, bagaimana bisa pulang? akhirnya harus menginap, bagaimana bisa menginap? sementara ada aturan yang mengatakan akan men-DO mahasiswa jika mahasiswa menginap dikampus? aturan yang mentah menurut pandangan saya, karena masih memungkinkan suatu kasus yang mengakibatkan kedua aturan bentrok (bingung g bahasanya? hehe sori..)

satu lagi yang disesalkan dari peraturan tentang parkir adalah jam kerja petugas parkir. petugas parkiran SR bekerja mulai dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam! dan tanpa pergantian shift! (kayak kerja rodi) padahal ada beberapa diantara petugas parkir tersebut yang tinggal cukup jauh dari ITB, 1,5 jam perjalanan. bayangkan, jam 4.30 pagi harus berangkat ke kampus, dan jam 11.30 malam baru pulang kerumah dan tanpa kejelasan pembayaran uang lembur! (combo dah..). dan mereka hanya bisa bilang "Yah, mau gimana lagi, kita mah orang kecil..". dlianjutkan dengan permintaan "gimana nih mahasiswa? bantu kami dong.." (kalimatnya tidak tepat begitu, namun kurang lebih lah..)

gimana mahasiswa?

terlepas dari semua ketidaknyamanan dan keanehan dari peraturan-peraturan baru itu, yang paling saya sesalkan adalah tidak adanya komunikasi antara pembuat peraturan dengan objek-objek yang akan menjalankan peraturan (baca:mahasiswa). sehingga walaupun peraturan yang dibuat itu benar dan akan bermanfaat bagi mahasiswa, kita tidak sadar itu, beritahu kami kenapa aturan ini diterapkan, kenapa begini, kenapa begitu?
sehingga kami bukan hanya objek yang manut-manut saja disuruh ini itu,
katanya mahasiswa harus kritis?

at least,buka ruang untuk berdiskusi dengan kami,’anak2′mu..

[OOT]
memang benar kata iklan, "yang muda yang gak dipercaya"

June 12, 2007

KP (Kuliah Piknik?)

2004 lagi pada KP nih…

asyik juga ternyata KP dibandung, ga usah nyari kostan baru, gak usah repot2 pindah kota..

tapi gak serunya, ya, maennya dsitu2 lagi.. ITB lagi, bandung lagi… 

 

udah ah, nyampah aja .. :P